@majalahfahma (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
» » » Cara Juang tak Sama, Visi Juang Harus Satu

Cara Juang tak Sama, Visi Juang Harus Satu

Penulis By on Wednesday, April 8, 2020 | No comments


Oleh : Rostika Hardianti

Tentang bagaimana hidup mengalir bersama cerita skenarionya. Ada track record manusia yang terus ditempa. Dikuatkan hingga kokoh. Ada ambisi yang terkadang diistirahatkan sejenak untuk mendengarkan diri sendiri tentang alasan segala keputusan yang dipilihnya.

Hakikatnya, manusia berjuang mencapai keseimbangan hidup, eksistensi diri, dan bernafas merasakan esensi kehidupan. Tak semua cara dilakukan dengan langkah yang sama. Namun manusia memiliki kendali atas dirinya tentu hanya pada apa-apa yang ada dalam kuasanya.

Bagi beberapa orang yang tersisa di bumi ini, mungkin yang tersisa hanyalah rasa percaya. Maka, sebagaimana manusia yang diberikan hati dan akal, sebarkanlah kebaikan. Selayaknya engkau memberi kesempatan pada sisa rasa percaya yang dimiliki seseorang agar jiwa dan keimanan pada-Nya tetap bertahan.

Dia memang gagal dan seringkali gagal. Namun, ada sebagian besar dari dirinya yang tak akan menyerah. Gigih dalam perjuangannya. Dia yang tak selalu membutuhkan pengakuan orang lain atas segala yang telah dilalui dan diperjuangkannya. Lakukan yang terbaik dan tebarkanlah kebaikan dan lagi, kita selalu memiliki pilihan dan kesempatan untuk bekerja keras dalam keadaan apapun. Jangan mencari pembenaran atas segala kesalahan. Jangan merasionalisasikan kesalahan untuk memanipulasikan alasan. Sebab pada saatnya, kebenaran akan tetap berpihak pada kebaikan yang sesungguhnya, dan akan muncul sebagai suatu hal yang sungguh terhormat.

Sejauh apapun kau berlari menghindari keramaian, engkau tetap akan kembali pada dirimu sendiri. Sejauh apapun engkau pergi, kau selalu bersama dirimu. Sebanyak apapun orang-orang menghindarimu, engkau akan berteman dengan dirimu - apapun adanya dirimu. Mungkin sekarang saatnya, kita apresiasi diri kita, dengarkan apa keinginannya. Barangkali ia butuh rehat untuk kemballi meningkatkan self mindfulness-nya, hingga kembali menerima apapun yang terjadi.

Yaps, sebab dalam hidup, ada hal-hal yang terjadi di luar kendali kita. BE BRAVE!
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya