@majalahfahma (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
» » Mengajar, Beramal untuk Ilmu

Mengajar, Beramal untuk Ilmu

Penulis By on Sunday, May 17, 2020 | No comments

Oleh : Ulfah Hasanah

Mengajar bukan hanya tentang mentransfer ilmu kepada murid. Mengajar adalah beramal dengan ilmu. Agar murid kita bisa mendapatkan manfaat ilmu yang ada pada diri seorang guru. Ada 12 adab ketika mengajar agar guru bisa menjadi jembatan menuju jalan ilmu, yaitu:

Pertama : Bersuci dari hadats dan junub, bersihkan dirimu, karena ilmu adalah adalah amanah mulia dari Allah. Sehingga kita dalam keadaan terbaik ketika menyampaikan ilmu tersebut.

Kedua : Saat keluar rumah, iringi dengan do'a yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Agar terdapat Ridho Allah pada setiap langkah yang kita ambil .

Ketiga : Duduk menghadap kiblat (jika memungkinkan), dengan tenang, anggun, tawadhu' juga khusyu'.

Keempat : Membuka pelajaran dengan do'a dan sebagian ayat-ayat al-qur'an untuk meraup berkah Allah. Ingat, kita yang butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita.

Kelima : Mendahulukan pelajaran yang paling penting. Jelaskan secara utuh topik yang dibahas.

Keenam : Mengatur tinggi rendah suara. Berbicaralah dengan intonasi tenang, sistematis dan perlahan. Guru juga harus melihat kondisi ruangan dan jumlah murid agar terhindar dari suara melebihi kadar yang diperlukan.

Ketujuh : Buatlah suasana majelis yang tenang. Dengan begitu apa yang disampaikan akan dirasa manfaatnya. Karena jika ada suara yang mengganggu akan merusak kekhusyu'an belajar.

Kedelapan : Terkadang ada saja kelakuan murid ketika berada di dalam kelas. Namun, jika ada yang melampaui batas tegurlah ia, nasihatilah ia. Juga jangan sampai teguranmu menimbulkan masalah yang lain.

Kesembilan : Setiap murid memiliki kesempatan dan hak yang sama dalam belajar. Karenanya, bersikaplah adil dan tidak pilih kasih dalam membahas pelajaran ataupun ketika berbicara.

Kesepuluh : Bila ada seorang murid baru yang hadir, bersikaplah santun, agar ia merasa nyaman dalam lingkungan barunya.

Kesebelas : Bila memungkinkan, sampaikan satu kisah hikmah di akhir pertemuan. Kemudian tutuplah pembelajaran dengan membaca doa kafaaratul majelis .

Keduabelas : Sampaikan materi yang engkau kuasai, maka itu memiliki nilai yang lebih mulia dibandingkan dengan mengajar hal yang tidak dikuasainya.

Ulfah Hasanah, Seorang Pendidik

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya