» » Pendidikan Akhlak dalam Keluarga

Pendidikan Akhlak dalam Keluarga

Penulis By on Friday, June 12, 2020 | No comments

Oleh : Albar Rahman

Mengacu pada apa yang pranah dilontarkan oleh ummahatul mukminin, Aisyah r.a saat menceritakan Akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa akhlak beliau adalah akhlak Al- Qur’an. Sampailah kita pada sebuah pemahaman bahwa insan yang berakhlak adalah insan yang mengamalkan isi kandungan Al- Qur’an dengan menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai teladan dalam kehidupan sehari- hari. Akhlak yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah akhlak yang tidak hanya berhubungan pada Allah semata melainkan akhlak yang berhubungan dengan manusia juga. Inilah kesempurnaan akhlak, jika demikian adanya akhlak itu memiliki dua dimensi, yakni taat pada Allah dan berbuat baik atau memelihara sesama manusia.

Belajar dari peristiwa Revolusi Perancis, sebagai revolusi yang digadang-gadang merupakan bentuk pembelaan dan penegakan terhadap kebebasan, persaudaraan dan persamaan malah bergeser menjadi sebuah penindasan di tangan sang peguasa kekuasaan yang diktator. Sebutlah Napoleon Bonaparte yang selalu memuji- muji prinsip Revolusi Perancis akhirnya berubah menjadi seorang diktator dengan membebaskan Eropa karena ambisi dirinya untuk meraih pengakuan Imperium Prancis kala itu. Sebuah revolusi yang dianggap penting pada abad modern dewasa ini ternyata luput dari merevolusi akhlak. Akhlak merupakan bagian terpenting dalam tatanan kehidupan malah terabaikan dan lahirlah penindasan yang sejatinya bertentangan dengan fitrah manusia.

Muhham Kamil Hasan al Mahami dalam tulisannya mengungkap, revolusi (Perancis) cenderung mengabaikan persoalan penting yang mesti dipenuhi demi kebangkitan masyarakat atau bangsa. Persoalan penting ini adalah akhlak. Jika ingin merefleksi pelajaran dari Revolusi Perancis ini dalam tatanan keluarga, maka sang ayah ibarat Napoleon Bonaparte selaku pemimpin tertinggi dalam keluarga yang menjadi aktor sang penguasa revolusi. Ayah menjadi tali kendali saat mengusai keluarga. Dan hendak di bawah kemanakah keluarga ini? Bahtera keluarga yang indah, jikalau pusat bermuaranya hanya pada karena Ilahi. Dalam perjalanannya tidak hanya persoalan ibadah pada sang Khaliq namun perjalanan akhlak pada sesame manusia juga penting diperhatikan. Agar kelak lahirlah insan berkuasa tanpa merusak dan menghancurkan makhluk lain karena ambisi keserakahan terhadap kekuasaan.

Dalam Islam tidak membawa nilai dengan kata rusak, hancur dan memusnahkan yang lain, melainkan Islam itu Rahmatan lil ‘alamin yakni justru memelihara kehidupan alam dan semua makhluk yang ada. Secara rinci dan terkait dengan pendidikan akhlak anak, dalam Islam ketika anak sudah bisa membuka mata dan tumbuh besar maka segeralah kenalkan mereka pada hal- hal yang baik terutama bagaimana memperlakukan orang lain dalam saling menyayangi dan menghormati yang lebih tua.

Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berujar dalam banyak riwayat yang mengatakan bahwa yang termasuk hak seorang anak dari orangtuanya adalah mengajarinya adab dan memberinya nama yang baik. (H.R. Al- Baihaqi).  Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya menegaskan, para pendidik terutama orang tua memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak di atas kebaikan dan mengajarinya prinsip- prinsip kesopanan.

Sebagai pentutup ada baiknya merenungi sebuah hadis dari Ali bin Abi Thalib r.a berikut ini:

Ajarilah anak- anak kalian kebaikan dan didiklah mereka (dengan adab).” (HR. Abdur Razak dan Said bin Mansur).

Sebuah tanggung jawab yang begitu luas, mencakup setiap yang bisa memperbaiki jiwa anak, meluruskan penyimpangan anak, mengangkat anak dari keterpurukan dan berlaku baik dalam berinteraksi dengan orang lain. (Nasih ‘Ulwan)

Semoga keluarga yang dipandu sang Ayah mampu merevolusi akhlak anak, istri dan masyarakat sekitarnya karena pertolongan Allah. Lalu dengan revolusi akhlak keluarga ini, pada akhirnya menciptakan tatanan kehidupan rumah tangga sebagai tonggak awal peradaban masyarakat, bangsa dan dunia yang lebih luas. 

Albar Rahman, Pendidik dan Pemerhati dunia anak          


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya