» » Universitas Kehidupan

Universitas Kehidupan

Penulis By on Sunday, May 31, 2020 | No comments

Oleh : Rostika Hardianti, S.Psi.

Katanya, manusia memang tercipta tak sempurna. Memiliki peluang dosa. Disamping ada fitrah-fitrah kebaikan. Seolah air yang bermuara entah sampai dimana, usia kita pun terasa mengalir begitu cepat bertambah, entah berakhir di detik penghujung yang mana. Saat ini, masih memberi kesempatan mengalir bersama waktu. Meski begitu, ada saja manusia yang siap tak siap menerima dan menghadapi ketidaksempurnaan. Menyalahkan celah kekurangan, mengutuk nestapa, dan membendung aliran kecewa yang lambat-laun mengendap di hati.

Tersadar, bahwa perjalanan ini berada dalam kelas di universitas kehidupan. Mempelajari sabar, menata syukur, memaknai cobaan, meneliti hati, dan membaca semesta-Nya. Nyatanya, percepatan proses dan hasil diantara para pelajarnya sungguh berbeda. Ada yang tertatih, mengalir, bahkan berambisi untuk segera sampai. Ada yang ingin instan, ada juga yang ingin menyempurnakan ikhtiar dengan tawakkal. Kehendak Allah selalu memiliki cara memberi warna pada tiap jejak anak manusia di bumi.

Dan... Tata surya masih bergerak pada rotasinya. Berjalan anggun dalam orbitnya. Begitupun-- aku, kita, manusia biasa. Hamba Allah yang pernah salah dan punya kurang. Masih diberi kesempatan bergerak pada bumi-Nya, juga masih menikmati waktu-Nya. Ada peluang dan kesempatan untuk menggoreskan pena-pena sejarah di dalam kitab kebaikan yang kelak akan di pertanggung jawabkan.

Dan betapa, setelahnya aku mengenal manusia-manusia bumi yang mengajarkan arti langit dan semesta. Juga mengajarkan arti bertumbuh dan menerima. Aku bersyukur dan merindu, pada mereka yang menerima dengan baik..manusia tak sempurna yang sempat terjebak dalam erosi iman dan kelemahan memaknai diri ini.

Mereka yang menyadarkan, mengajarkan, tentang bagaimana jujur dan berterimakasih pada diri sendiri. Selayaknya saudara, mereka adalah teman perjalanan dalam perbaikan diri untuk mencapai rida-Nya.

Rostika Hardianti, S.Psi., Penulis Novel Cahaya dalam Gelap, Mahabbatullah, dan Menata Laksana
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya