» » » Lingkungan yang Buruk

Lingkungan yang Buruk

Penulis By on Thursday, November 26, 2020 | No comments


Oleh : Mohammad Fauzil Adhim

Salah satu yang paling mudah merusak fithrah pada diri anak adalah bi’ah fasidah (lingkungan yang buruk). Kita telah belajar pada pertemuan sebelumnya bahwa bi’ah memiliki empat aspek, yakni makan (tempat), insan (manusia), afkar (pemikiran) dan ‘aadah (‘adat, budaya). Lingkungan terdekat sekaligus paling berpengaruh terhadap anak adalah usrah (keluarga). Maka penjagaan terpenting yang paling perlu mendapat perhatian adalah keluarga, dari sejak memilih jodoh hingga mengaturnya sesudah pernikahan.⁣

Urusan pertama adalah memilih jodoh. Rambu-rambu terpenting adalah perintah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam untuk memilih karena komitmen agamanya (فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ). Kata “فَاظْفَرْ” yang biasanya dimaknai pilihlah, lebih bermakna berjayalah atau bersukseslah. Secara sederhana, ini merupakan landasan sangat mendasar dalam memilih jodoh yang berkait erat dengan penjagaan fithrah anak kelak apabila dari pernikahan itu Allah Ta’ala karuniakan anak. Memilih jodoh yang memiliki komitmen agama sangat kuat juga merupakan upaya penjagaan fithrah diri kita sendiri.⁣
Berikutnya hal yang sangat penting adalah keharusan menegakkan qawwamah (kepemimpinan) seorang laki-laki di rumahnya, terutama dalam memimpin istri maupun keluarga agar mengikuti apa yang Allah Ta’ala kehendaki dalam mengurus rumah-tangga. Termasuk amanah mendasar berkenaan dengan qawwamah adalah menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Konsekuensinya, seorang suami harus berusaha menghalau kebodohan dalam agama pada dirinya serta melindungi keluarga dari maksiat, termasuk dari rezeki yang haram.⁣
Sesungguhnya rumah-tangga yang baik adalah rumah-tangga yang di dalamnya tegak kesungguhan tolong-menolong agar selamat dari neraka sehingga keduanya dapat masuk jannah bersama keturunannya. Perhatian utama suami-istri adalah dalam urusan yang paling mendasar, bukan soal bersenang-senangnya.⁣
Dua hal ini hanyalah yang berkait dengan usrah (keluarga) agar tidak menjadi bi’ah fasidah. Ada beberapa lagi lainnya berkait bi’ah fasidah yang perlu kita cermati dalam Ngaji Kitab Al-Fithrah putaran kesembilan belas ini.⁣

Mohammad Fauzil Adhim, Penulis Buku-buku Parenting
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya